Wahyupembebasan’s Blog

5 Maret 2009

Sejuta Lebih Buruh JaTeng Belum Ikut Jamsostek

Filed under: berita — wahyupembebasan @ 5:00 am

koran tempo. Edisi 02 Maret 2009
Jika peringatan tidak diindahkan, akan dilaporkan kepada polisi.
SEMARANG – Dari total 1,2 juta buruh, hanya 18 persen yang sudah menikmati jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). “Hampir sejuta buruh lainnya belum tersentuh program itu,” kata Khotib, Direktur Yayasan Wahyu Sosial Semarang, kepada Tempo kemarin.
Akibatnya, kata dia, buruh yang jatuh sakit akan berobat sendiri tanpa bantuan perusahaan tempatnya bekerja karena buruh itu tidak terdaftar sebagai penerima jaminan sosial. Ada beberapa sebab, di antaranya lemahnya pemahaman buruh atas haknya, pengusaha tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap buruhnya, serta lemahnya pengawasan pemerintah.
Menurut Khotib, jaminan sosial buruh semakin sulit direalisasikan karena saat ini status atau ikatan buruh dengan perusahaan hanyalah kontrak (out sourcing). Dari pengalaman dia melakukan pendampingan, banyak sekali buruh yang tidak berani menuntut hak jaminan sosialnya karena takut terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). “Bagi buruh kontrak, PHK menjadi ancaman sewaktu-waktu,” tuturnya.
Khotib menambahkan, buruh seharusnya mendapat jaminan sosial sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial yang meliputi jaminan kematian, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, serta jaminan kecelakaan kerja. Anggarannya berasal dari perusahaan (11 persen) dan potongan sebesar 2 persen dari upah buruh. “Besarannya mencapai 13 persen dari UMK (upah minimum kabupaten/kota) yang berlaku,” ujar Khotib.
Tapi, kata dia, banyak sekali persentase uang jaminan yang tidak sesuai dengan nominal upah tahun ini atau masih menggunakan nominal UMK 2004 sebesar Rp 500 ribu. Padahal UMK Kota Semarang tahun ini sudah Rp 830 ribu per bulan.
Menurut Harry Murti, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, dari 200 ribu buruh yang ada di Semarang, sebanyak 150 ribu buruh sudah ikut program jaminan sosial tenaga kerja. “Kami perkirakan sekitar 70 persen sudah ikut Jamsostek,” katanya saat dihubungi Tempo kemarin.
Dinas Tenaga Kerja akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang tidak mengikutsertakan buruhnya dalam Jamsostek. “Akan diberi surat peringatan I dan II,” tuturnya. Jika tidak diindahkan, akan diserahkan kepada polisi. “Pengadilan yang akan memutuskan, karena ini masuk pidana,” ujarnya. Sayangnya hingga kini, belum ada perusahaan yang dipidanakan. ROFIUDDIN

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: