Wahyupembebasan’s Blog

17 Maret 2009

Pengusaha Tolak Liburkan Buruh di Hari Pemilu

Filed under: berita — wahyupembebasan @ 8:40 am

“KPU mengingatkan, yang menghalangi pemilu bisa dipidana.”

Meski Pemilu 9 April mendatang dinyatakan sebagai hari libur nasional, para pengusaha di Jawa Tengah tetap menolak meliburkan para buruh dan karyawannya. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah Djoko Wahjudi, meski hanya satu hari libur, para pengusaha harus menanggung kerugian akibat terhentinya produktivitas. “Siapa yang mau menanggung kerugian kami? Apa KPU (Komisi Pemilihan Umum) mau memberi kompensasi?” kata Djoko kepada Tempo di Semarang kemarin.
Sebagai solusinya, para pengusaha meminta KPU di masing-masing kabupaten/kota mendirikan tempat pemungutan suara (TPS) di setiap kawasan pabrik. Solusi itu, menurut Djoko, agar para buruh bisa mencoblos meskipun tidak diliburkan bekerja. Caranya, buruh diberi waktu berkunjung ke TPS untuk mencontreng. Setelah itu, mereka bisa bekerja lagi.
Tapi, kata Djoko, kebijakan itu tidak bisa dilakukan bagi buruh yang tempatnya bekerja jauh dari lokasi TPS ataupun rumahnya. Karena itu, menurut Djoko, sebaiknya KPU mendirikan TPS di dekat kawasan pabrik. “KPU harus ngalah” katanya.
Djoko mengakui, memang eman-eman jika para buruh yang jumlahnya ratusan ribu tidak bisa menyuarakan aspirasinya dalam pemilu kali ini. Tapi, kata dia, berbagai pihak juga harus memikirkan kerugian perusahaan bila buruhnya diliburkan. Ia juga mengaku kini belum pernah ada pembicaraan antara para pengusaha dan KPU terkait dengan keputusan libur pada hari H pemilu.
Khotib, Direktur Yayasan Wahyu Sosial Semarang, meminta para pengusaha tidak selalu memikirkan untung dan rugi. “Sekali-kali mereka harus mikir untuk kepentingan buruh,” tuturnya. Apalagi, Khotib menambahkan, pemilu hanya digelar lima tahun sekali.
Khotib khawatir, jika pengusaha tidak meliburkan buruhnya, maka jutaan buruh tidak bisa menyuarakan aspirasi dalam pemilu kali ini. Padahal para buruh memiliki “jago” yang akan didudukkan sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasinya.
Ketua KPU Jawa Tengah Ida Budhiati menyatakan hari pelaksanaan Pemilu 9 April adalah hari libur nasional. Ia meminta para pengusaha meliburkan seluruh aktivitas perusahaan. “Harus libur semua karena buruh memiliki hak memilih,” tuturnya.
Ida mengancam, jika ada pengusaha yang menghalangi buruhnya yang ingin mencoblos, ancamannya adalah dipidanakan. Ia menunjuk Pasal 214 UU Pemilu Nomor 10 Tahun 2008 soal tindakan yang dianggap menghalang-halangi penyelenggaraan Pemilu 2009. “Ada ancaman pidananya,” ujar Ida.
Ia juga menolak usulan mendirikan TPS di di kawasan perusahaan. Selain kondisinya mepet, kata Ida, mendirikan TPS di kawasan perusahaan bukanlah solusi. “Itu hari libur nasional. Ya seharusnya libur,” tuturnya. ROFIUDDIN

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: