Wahyupembebasan’s Blog

11 Oktober 2009

Dewan Kritik Tak Berfungsinya Dewan Pengupahan Provinsi

Filed under: berita — wahyupembebasan @ 10:11 am

Minggu, 11 Oktober 2009 | 14:06 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang – Sekretaris Komisi Bidang Kesejahteraan Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Mahmud Mahfudz, mengkritik tidak maksimalnya peran dan fungsi Dewan Pengupahan Provinsi dalam membahas upah minimum kabupaten/kota 2010. “Dewan Pengupahan Provinsi tahun ini seperti tidak berfungsi sama sekali,” kata Mahmud, Ahad (11/10).

Tidak berfungsinya Dewan Pengupahan Provinsi kali ini karena telah menyetujui besaran Upah Minimum Kabupaten di 26 kabupaten/kota sesuai usulan bupati/walikota, tanpa ada pembahasan satu per satu. Dalam rapat pleno Kamis (8/10) lalu Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Tengah telah mengesahkan besaran upah minumum kabupaten/kota di 26 kabupaten/kota tanpa mengubah sedikitpun usulan pemerintah setempat. Pembahasan bisa cepat selesai karena anggota Dewan Pengupahan sepakat untuk menghormati proses pembahasan yang dilakukan masing-masing kabupaten/kota.

Mahmud menyatakan, seharusnya Dewan Pengupahan Provinsi mengecek satu per satu besaran Upah Minimum Kabupaten yang diusulkan bupati/walikota. Selain untuk menyesuaikan antara satu daerah dengan daerah lain, juga untuk menilai apakah besaran Upah Minimum Kabupaten dari bupati/walikota itu benar-benar sudah layak ataukah belum. Apalagi, pembahasan di kabupaten/kota juga belum tentu serius. “Keberadaan Dewan Pengupahan provinsi sebenarnya untuk bekerja seperti itu,” katanya.

Jika untuk menghormati proses pembahasa di kabupaten/kota, kata Mahmud, maka seharusnya tidak usah ada dewan pengupahan provinsi. “Dari bupati langsung ke Gubernur saja, dari pada keberadaan Dewan Pengupahan tidak maksimal fungsinya,” kata dia. Saat ini, Dewan Pengupahan Provinsi tinggal membahas Upah Minimum Kabupaten di tujuh kabupaten. Rapat yang akan digelar Senin (12/10) itu karena Upah Minimum Kabupaten yang diajukan bupati/wali kotanya ada dua angka. Tujuh daerah iitu adalah Kota Salatiga, Kudus, Boyolali, Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Sukoharjo.

Direktur Yayasan Wahyu Sosial, Semarang, Khotib menyatakan salah satu fungsi Dewan Pengupahan Provinsi adalah untuk mengcover kabupaten/kota yang selama ini serikat buruhnya lemah. “Karena tidak semua daerah ada serikat buruh yang mumpuni,” kata aktivis perburuhan ini. Bahkan, kata Khotib, ada serikat buruh yang masuk di Dewan Pengupahan kabupaten sekedar menjadi tangan panjang pemerintah dan pengusaha. Khotib mencontohkan, serikat yang lemah seperti ada di Brebes, Rembang, Kebumen, Blora, Pemalang, Demak dan lain-lain. Menurut Khotib, karena serikatnya tidak mumpuni itulah pembahasan Upah Minimum Kabupaten di kabupaten/kota, kepentingan buruh menjadi tidak terakomodir secara maksimal. “Buktinya, UMK 2010 tidak naik signifikan,” katanya.

Anggota Dewan Pengupahan Provinsi M. Fajar mengakui tidak berfungsinya Dewan Pengupahan kali ini. “Itu memang betul,” kata Fajar. Dewan Pengupahan Provinsi, kata Fajar, hanya mengecek Upah Minimum Kabupaten yang bermasalah sedangkan yang pengajuan dari bupati/wali kota lancar maka tidak dipersoalkan meskipun Upah Minimum Kabupatennya kecil. “Kami sulit membongkar usulan bupati,” kata aktivis Federasi Serikat Buruh Indonesia Wilayah Jawa Tengah itu.

Salah satu penyebabnya, kata Fajar terkait komposisi keanggotaan Dewan Pengupahan yang terdiri dari 2 unsur pemerintah, 1 unsur pengusaha dan 1 unsur buruh. Dewan Pengupahan Provinsi berisi 25 orang terdiri dari 12 wakil pemerintah, 6 wakil buruh, 6 wakil pengusaha dan 1 unsur akademisi. Sebelumnya, kata Fajar, komposisi anggota Dewan Pengupahan adalah 1 pemerintah: 1 buruh :1 pengusaha.

ROFIUDDIN

3 Komentar »

  1. thanks i atas postingnya yang bagus…
    kenalkan sy Agus Suhanto

    Komentar oleh Agus Suhanto — 13 Oktober 2009 @ 8:55 pm

  2. salam solidaritas perjuangan dari tanah borneo.

    Komentar oleh kilatista — 29 Oktober 2009 @ 4:05 pm

  3. kalau bisa kirim-kirim info dari burneo maupun yang lainya pak… kami tunggu

    khotib

    Komentar oleh khotib — 4 November 2009 @ 9:55 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: